.

Saturday, July 19, 2008

Pilihan Yang Sulit....

Kali ini aku memposting sebuah artikel yang menurutku cukup bagus dan pernah aku temukan di internet, tetapi sudah lama dan lupa sumber nya, postingan ini barangkali sudah ada yang membacanya, tapi sekedar berbagi rasa :) aku posting disini, dan please komentarnya..buat pemilik tulisan asli artikel ini, dimohon ijinnya untuk aku re-post di blogku ini..

Berikut isinya :


Disaat menujuh jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada
mahasiswa/mahasiswinya:
"Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar."
Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.

DOSEN: "Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis".

Dalam sekejap sudah di tuliskan
semuanya oleh mahasiswi tersebut.
Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang
terkasih dan lain-lain.

DOSEN: "Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting !
Mahasiswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya.

DOSEN: "Silahkan coret satu lagi!"
Kemudian mahasiswi itu mencoret
satu nama teman kantornya lagi.

DOSEN: "Silahkan coret satu lagi!"
Mahasiswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya.
Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tuanya suaminya dan nama anaknya.
Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua Mahasiswa/mahasiswi tertuju memandang ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para mahasiswa/mahasiswi) mengira sudah
selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh mahasiswi itu.

Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan dengan berkata, "Silahkan coret satu lagi!"
Dengan pelahan-lahan mahasiswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian
mengambil kapur
tulis, mencoret nama orang tuanya.

DOSEN: "Silahkan coret satu lagi!"
Hatinya menjadi bingung.
Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. Lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu, terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih.

Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya, "Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu? Orang
tua yang
membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami itu bisa dicari
lagi. Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami sebagai orang yang
paling sulit untuk dipisahkan ?
Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya.
Setelah agak tenang kemudian pelahan-lahan ia berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah
bisa meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."

Note :
Terkadang dalam hidup ini kita sering di hadapkan akan pilihan sulit.
Dan kita harus melalui semua itu dengan hati yang lapang.

Seandainya jika pertanyaan itu di ajukan kepada Anda, apa jawaban Anda dan siapa yang Anda pilih? Suami/istri, orangtua, anak, atau...?


Berlangganan Gratis Via Email

Delivered by FeedBurner

Related Articles



Komentar :

ada 35 comments ke “Pilihan Yang Sulit....”
Kristina Dian Safitry said...
pada hari 

sulit, bahkan lebih sulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. bener deh. kalo sekarang sih jelas aku memilih ortu karena emang lom nikah. lha kalu dah nikah?apa tetap milih ortu?

aprie said...
pada hari 

beruntung...yang menulis daftar nama itu bukan saya..sulit!!

thanks inspirasinya..

Anang said...
pada hari 

susah. bingung

iksan said...
pada hari 

orang tua dulu dibahagiain...giliran istri belakangan..mumpung mereka masih hidup....
kasih ibu kepada kita tak terhingga sepanjang masa....hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia

OOM said...
pada hari 

pilihannya sulit sekali ya mas tony *terdiam*

Putra eka said...
pada hari 

Pilihan yang sangat sulit neh....

kalo disuruh milih, saya milih siapa yach?

Qie said...
pada hari 

Sulit sekali pilihannya!!!

roennie said...
pada hari 

ampun deh aku!!!!!!

mungkin gag milih kalo aku.....

Icha said...
pada hari 

pertanyaan yang bisa buat dilemma... kalo aku mungkin suruh orang lain untuk pilihin buat aku, jadi aku ga serba salah..wakakkak

(lempar kapur sembunyi tangan)

~~Devita~~ said...
pada hari 

loh, kok bisa ya namaku kluar sebagai icha?? padahal lo aku udah masuk..wakkakak....

maap yah menuh2in comment kamu..wakakkak

ohya, kalo tony sendiri pilih yang mana tuh?

jimmy said...
pada hari 

kalo saya disuruh kaya gitu gak akan mau, mendingan dihukum sama dosen :(

Tony said...
pada hari 

@semuanya..kalo aku juga ga bakal mo pilih heuheuheu

diorockout said...
pada hari 

bingung susah..
tidur aja, dah jam segini..

Gelandangan said...
pada hari 

klo Gelandangan sih mas cukup nyanyiin aja
.........JANGAN PERNAH MEMILIH AKU BUKAN PILIHAN - iwanfals :D

Panda said...
pada hari 

wah, emang pilihan yg sulit. nice post broth!
jadi kangen ma orang tua :((

Panda said...
pada hari 

ketinggalan bang, minta ucapan di :
http://pandalanememory.blogspot.com/2008/07/hero-dad.html

buat ayah, makasih sebelumnya lho :)

Kampret Nyasar said...
pada hari 

Gambaran dari cerita itu cukup logis dan pragmatis.. mungkin saya juga akan menyisakan pasangan hidup untuk dicoret paling akhir.. atau tidak sama sekali :D

Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!

yudi said...
pada hari 

saya akan pilih orang tua saya karena saya belum beristri dan belum pula punya anak :-)

tapi betul itu, kadang amat sulit bila dihadapkan pada pilihan yang serba salah

eivengusky said...
pada hari 

mas ton.. hidup itu suatu pilihan dan jika sy harus memilih untuk saat ini sy akan memilih orang tua.. :)
walaupun kedua orang tua sy sudah tiada tapi buat sy pribadi mereka adalah segalanya..

Yusa Indera said...
pada hari 

susah juga ni mas...mudah2an kl saya sih ga pernah ada pilihan seperti itu.. karena kl kita sudah berkeluarga .. kt itu udh hrs mandiri tanpa bantuan ortu lagi.. susah dan senang itu bersama istri.. walau kita jauh dengan ortu kita tetap harus mendoakan mereka sebagai bakti kita kepada orang tua..

SHALEH said...
pada hari 

Untuk sementara masih milih ortu (maklum belum nikah) tapi entahlah klo nanti dihadapkan seperti itu, bingung?

Ivana said...
pada hari 

mmm..sampai sejauh ini, saya merasa, orang tua tetap yang paling penting.
eniwei, blog bung Toni saya kasih award di blog saya. diambil yah kalo sempat.Thx.Met Wiken

Zalukhu said...
pada hari 

Yang Jelas Saya gak akan milih Tony :) hehehe

t i n i said...
pada hari 

saya upstain boleh ya?
huhu ga pengen mencoret semuanyaa...

fenny said...
pada hari 

kalo milihnya ortu sih, saya ndak milih... tapi kalo pilihannya mama ato papa, aku pilih mama! yeah, mama yang ngurus aku dari bayi sampe segede gaban ginih... kalo bersuami, jelas pilih suami. kalo uda berumahtangga, fokus adalah dengan pasangan hidup, karna kita terlepas dari beban ortu, justru sebaliknya. ortu ga bisa menemani kita tiap saat, beda ama suami...

hakimtea said...
pada hari 

tegar sekali mahasiswi tersebut... pilihan demi pilihan tetap dengan tegar dia pilih meski sulit, kalo itu terjadi pada saya... saya mungkin hanya diam saja tidak mencoret satu pun... bener-bener sulit mas... :(

Mike.... said...
pada hari 

kalo saya jg ga akan pernah mencoret satupun..tidak mencoret juga meruipakan pilihan kn mas..he..he..

Ecko said...
pada hari 

Kalo saya yg disuruh, maka pertama-tama akan saya masukkan nama saya sendiri. Trus pas disuruh coret sampai habis, nama saya yg tidak dicoret. Aman kan? :))

uNieQ said...
pada hari 

asli susah banged... ga bisa deyh.. mending disuruh yang lain mas, timbang disuruh nyoret² nama... :)

deni | uang dari internet said...
pada hari 

walah petanyanya bikin bulu kuduk merinding nih....

JoVie said...
pada hari 

Kalo Jovie tetep milih anak nih..
(belom punya anak soalnya..hihi)

maspie said...
pada hari 

bagus banget artikelnya bro..:)
mungkin sgt sulit buat jawab pertanyaan ini..

Syamsul Alam said...
pada hari 

Akh....... klo aku, paling bakal milih pasangan juga kek di atas. Jadi inget falsafah jari manis aku..... hiks2......

adhitya said...
pada hari 

Kadang kita memang seringkali diharuskan memilih pilihan yang sulit diantara yang sulit, mustahil akan menyenangkan diri sendiri apalagi semua orang. Kedewasaan kita menentukan keputusan yang kita utarakan

Menurutku, tidak ada jawaban yang paling paling benar dan salah, karena masing-masing dari kita memiliki alasan yang berbeda.

Aku pernah mendengar kisah yang mirip, cuma setingannya berbeda, pilihannya adalah harus memilih antara ibu atau kekasih. jawabannya tidak ada yang benar, karena memilih yang satu akan membunuh yang lain.

ah.... seperti kisah telur dan ayam...

salam kenal.

Anonymous said...
pada hari 

bang izin copas ya!!!!!

Post a Comment

Terima kasih Atas Komentar Anda!